Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Welcome
image

ADITYA MARANANTA

8505124


LAMONGAN II no.6
Komentar Terbaru

SLINK
slide
widget

visitor counter
my fb
icon


ShoutMix chat widget

 

mengenal software

 

* Home
* Nasional
* Mancanegara
* Ekonomi
* Olahraga
* Kota
* Sumut
* N.A.D
* Opini

* Tentang Kami
* Kontak Kami
* Arsip Berita
* Pak Tuntung
* Valuta Asing

Thursday 14 January

06:21:18
Kamis, 14 Januari 2010
HEADLINES

* Dilanda Gempa 7,0 Skala Richter ; Ibukota Haiti Hancur, Ribuan Tewas
* Popularitas Obama Turun
* Meneg KUKM : Sepatu dan Garmen Lokal Siap Bersaing dalam AC-FTA
* Tundukkan Nigeria 3-1, Mesir Serius Ingin Pertahankan Gelar
* Anggaran Tak Jelas KPU Akan Batalkan Pilkada di Enam Kabupaten/Kota

Tundukkan Nigeria 3-1, Mesir Serius Ingin Pertahankan Gelar
Ledakan Bom Guncang Kubu Hizbullah di Libanon
Sidang Pengadilan Pangeran Monako ; Putri Caroline Beri Kesaksian
Ledakan Tewaskan Dua Tentara AS di Afghanistan
Menhut: Pembalakan Liar Kembali Marak
Serahkan Panser
Tundukkan Nigeria 3-1, Mesir Serius Ingin Pertahankan Gelar

Benguela, (Analisa). Pemain Mesir Mohamed Nagui (tengah) meluapkan kegembiraannya bersama rekan setimnya setelah mencetak gol pada pertandingan Piala Afrika
Ledakan Bom Guncang Kubu Hizbullah di Libanon

Beirut, (Analisa). Pasukan dan petugas polisi Libanon berjaga-jaga di luar gedung di lokasi ledakan di desa Kfar Fila, Sungai Litani, Libanon Selatan, Rabu (13/1).
Sidang Pengadilan Pangeran Monako ; Putri Caroline Beri Kesaksian

Hildesheim, (Analisa). Putri Caroline dari Monako memberikan kesaksian, Rabu (13/1) pada sidang pengadilan suaminya Pangeran Ernst August dari Hannover, yang didakwa menyerang seorang pemilik hotel di Kenya.
Ledakan Tewaskan Dua Tentara AS di Afghanistan

Kabul, (Analisa). Rongsokan sebuah kendaraan polisi, yang dihantam bom dikendalikan alat jarak jauh tampak di lokasi kejadian di Ghazni, provinsi timur Afghanistan, Rabu (13/1).
Menhut: Pembalakan Liar Kembali Marak

Jakarta, (Analisa). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), Ibu Negara Ani Yudhoyono (kanan) dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (kiri) mengangkat bibit pohon Trembesi (Samanea Saman) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1).
Serahkan Panser

Antara/puspa perwitasari. Seorang anggota TNI berada di dekat Panser APS-2 (6x6) pada serah terima kendaraan itu di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/1).
prevnextplay/stop
Arsip Berita Menu

* Arsip Januari 2010
* Arsip Oktober 2009
* Arsip November 2009
* Arsip Desember 2009

Mengenal Software Pendidikan untuk Anak
Di tengah semakin bergairahnya penggunaan komputer sebagai media belajar maka semakin banyak juga bermunculan software pendidikan untuk anak. Dalam kaitan ini, guru sebagai tenaga pendidik di sekolah juga harus mengikuti perkembangan teknologi dalam pembelajaran.

Setiap guru tentunya merasa bangga dan puas apabila materi pembelajaran yang disampaikan pada peserta didik dapat dipahami dengan mudah dan mendapat hasil belajar yang baik. Fisika dan Matematika merupakan salah satu dari sekian banyak mata pelajaran yang wajib diberikan kepada anak-anak di kelas dan faktanya bidang studi ini seringkali menjadi momok bagi para siswa.

Menjadi tugas seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar yang lebih baik bagi para siswa agar dapat menerima pelajaran dengan lebih efektif, kreatif, menyenangkan dan memacu proses belajar mengajar yang bersifat interaktif.

Untuk mendukung tugas guru dalam ‘mencerdaskan anak bangsa', belakangan banyak bermunculan software pendidikan di Indonesia. Salah satu penyedia software pendidikan tersebut adalah Mitra Perdana Solusindo (MPS) sebagai distributor Pesona Edu.

Software pendidikan Pesona Edu memberikan banyak inspirasi bagi guru dalam mengajar dan bagi siswa dalam memahami konsep-konsep Matematika, Fisika dan Sains.

Menurut Thin Seng Huat, ada banyak manfaat yang didapat dari software pendidikan Pesona Edu, antara lain menemukan kegembiraan dalam belajar siswa, memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajika bahan pelajaran, mendapatkan metode baru yang unggul untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Beberapa waktu lalu, keprihatinan dan protes kepada pemerintah dilontarkan sejumlah pelaku dan pemerhati industri kreatif di bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam negeri.

Penyebabnya, di tengah upaya bangsa untuk membangun industri kreatif di bidang peranti lunak atau software, tender peranti lunak pendidikan sebesar Rp 15 miliar dinilai sangat "berpihak" kepada peranti lunak buatan luar negeri.

Keberpihakan yang dibutuhkan dari pemerintah itu bukan berarti memanjakan pelaku lokal. Tentu saja tetap secara profesional. Sebab, tanpa dukungan pemerintah, potensi tumbuhnya industri kreatif software pendidikan Indonesia tidak maksimal.

Jika ditelusuri, pengembangan peranti lunak pendidikan Indonesia sudah ada yang mendunia. Sebut saja PT Pesona Edukasi atau PesonaEdu, yang memproduksi peranti lunak pendidikan bidang sains dan matematika. Hasil karyanya sudah diekspor ke 23 negara. Untuk bisa menembus pasar internasional, peranti lunak Indonesia itu berhasil memenuhi akreditasi yang disyaratkan dinas pendidikan di sejumlah negara.

Penghargaan internasional juga banyak diraih perusahaan Indonesia. PesonaEdu, misalnya, menjadi perusahaan peranti lunak pendidikan yang pertama digandeng Microsoft untuk mengembangkan Multipoint Technology.

Selain itu, ada juga PT Smart Softindo International, perusahaan peranti lunak yang mengembangkan aplikasi sistem informasi di bidang edukasi, berhasil membangun kerja sama dengan NEC Asia dan mengembangkan NawaSchool yang sesuai dengan kurikulum dari Departemen Pendidikan Singapura. Aplikasi tersebut sudah diimplementasikan di empat sekolah di Singapura.

Peluang bermain di industri kreatif digital setidaknya terbuka di bidang animasi film, computer games, dan peranti lunak pendidikan. Namun, bersaing di animasi film dan computer games cukup berat karena sudah ada sejumlah pemain raksasa yang mendunia.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga berpengaruh besar dalam pembelajaran, baik di rumah maupun di sekolah. Banyaknya produksi peranti lunak pendidikan yang bernuansa mendidik dan menghibur membuat orangtua mulai melirik media cakram sehingga media elektronik itu menjadi sumber belajar yang menyenangkan.

Lebih lanjut, Thin Seng Huat mengatakan kreativitas menciptakan peranti lunak pendidikan yang interaktif, informatif, dan menghibur mampu dikembangkan anak-anak bangsa. Sumber daya manusia kita pun sebenarnya sangat mampu untuk bersaing.

"Ada harapan, dengan mengenalkan perangkat teknologi lebih dini bisa mengasahnya untuk lebih ramah dengan teknologi. SDM kita ke depan juga tidak gaptek lagi," tandasnya.

Pemanfaatan peranti lunak belakangan ini sangat membantu siswa dan guru. Itu sebabnya, software pendidikan yang muncul di pasar menawarkan program-program yang interaktif dan lebih mudah dicerna anak dalam pembelajaran. Int/bs

Virya Design
© 2008 Harian Analisa. All rights reserved.
[x] close

 

Thu, 14 Jan 2010 @13:27


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+7+6

Copyright © 2010 PT SITEKNO · All Rights Reserved
Proudly Powered by sitekno